silencieux

Sunday, June 01, 2008

"#...!!!"

Dalam pekat ia melesat
Melayang landai menuju kiblat
Meresap harap kan segera erat
Tak sadari kiblat telah merekat

Kerlip malam itu jatuh
Ciptakan lubang menganga setelah bunyi gaduh
Penantian tak pernah merapuh
Walau seluruh kalbu bersimbah peluh

Puing-puing kepedihan kembali tegak
Kokoh menjulang layaknya tonggak
Dalam hati harap nuansa mendongak
Menanti hari semua kan meledak


Friday, April 18, 2008

Untuk Tempat Kelahiranku

Sinting! Kata itu yang selalu terucap. Jalanan sudah berubah, tak lagi aman. Anak-anak kecil itu telah menjadi haus; haus kekerasan. Gang-gang kecil yang dulu hanya 'tidak aman', sekarang telah menjadi sangat tidak aman. Lingkungan ini telah berubah, namun sayangnya bukan menjadi lebih baik.

Lingkungan ini telah menjadi sangat padat dan telah berubah menjadi sebuah ghetto.

Semua orang tahu tempat itu dulunya berisi orang-orang yang berjuang untuk hal yang layak diperjuangkan walaupun harus meneteskan darah (aku samasekali tidak membual). Banyak yang telah menjadi korban dari cita-cita, keluarga, dan lain-lain; semua hal itu layak untuk diperjuangkan hingga darah berceceran kalau perlu. Tapi sekarang tidak samasekali! Sekarang anak-anak muda itu menghancurkan impiannya sendiri, keluarganya sendiri dan yang lebih parah semua itu mereka lakukan untuk sesuatu yang samasekali tidak layak. Benar-benar tolol!

Aku masih ingat dulu ketika banyak dari kami tertangkap Polisi; sebagian besar karena mereka memperjuangkan sesuatu yang layak namun disatu sisi bertentangan dengan hukum dan sebagian kecil lainnya karena ketololan semata dan aku pun termasuk diantara mereka yang tolol tapi untungnya aku tidak tertangkap setelah berhasil terjun ke sungai dan menyelam ke sisi terjauh lalu lari sekencang-kencangnya. Semua itu bagi generasi kami (Arab, Cina, dan Pribumi) adalah pelajaran hidup yang sangat berhaga untuk menapaki hari berikutnya. (mencuri, memperkosa, bandar narkoba tidak masuk hitungan di sini; itu bukan berjuang, itu melanggar etika dan hukum kampung kami).

Sekarang tampaknya mereka bangga jika tertangkap Polisi dan pamor mereka pun akan naik di mata teman-temannya dan mereka akan dengan senang hati bercerita kepada teman-temannya perihal kehidupan penjara. Generasi kami akan sangat malu jika tertangkap dan harus dipenjara dan akan menutup mulut rapat-rapat tentang kehidupan penjara yang mereka lalui.


PS: Semoga semua kembali normal.

Rintik

Adakalanya dia menangis
Tak jarang dia menjerit
Untukmu yang jauh
Semoga tak pernah mengeluh

Friday, March 07, 2008

Undak

Jalan itu tak lagi mulus landai
Bukit penuh batu bahkan kerikil tajam; statis
Ketika semua hanya tersisa andai
Terkikis jauh dari gerbang ruang taman magis

Diam, ku harap kan datang suara
Tangis, semoga bersisa tawa

Dalam gelap berharap hati memandu
Langkah demi langkah hampiri indah nirwana
Semoga ujungnya bukan sembilu
Semesta ini enggan berlabuh di neraka

Tuesday, February 26, 2008

Gelombang

Cerah sudah dunia menggila
Menggema hening ku rasa
Adapun kiranya neraka ini membeku
Tak perduli hujan badai terdengar sendu

Jauh di balik reruntuhan itu; menggema riuh suara
Bising terdengar disusul hampa menggema
Tak ada lagi senandung itu
Semua tak lagi merdu

Monday, February 18, 2008

???

Memar sembilu terasa
Lingkar harap sunyi melanda
Tarian itu berbau nestapa
Rasanya tak mungkin ku raih kuasa

Bising terasa ketika sunyi menggema
Liar mata ini mencari
Sedikit rintik bahagia
Ciptakan sejuk nan melanda diri

Menyerah...?

Sunday, February 17, 2008

Tumpah

Sunyi itu menderu sinis
Perlahan...
Sepoi bahagia berubah tangis
Menahan...
Adakah diam itu berubah magis?
Menawan...?

Tuesday, January 15, 2008

Deus lo volt!

After twenty five years, after several brain damage, i got this high-builded dark cloud.

I got nothing except fear...

Deus lo volt? Might be.