silencieux

Tuesday, October 17, 2006

Untukmu

Sepenggal keheningan mengalun di sana
Tenggelam membisu dalam riak membuih
Tersembunyi di balik teriknya pancaran hari
Terhempas seiring gugurnya embun pagi

Sepenggal keheningan yang ku cinta,
dalam hati kekasih suci

Untukmu malamku, kasihku--semoga kau sadari


('Tak sadarkah dirimu jika kita berdua adalah sama?--Kita selalu menangisi sekaligus menikmati apa yang ada dalam hati kita, langkah kita, hidup kita)

Kenangan Sore Itu (Bertahun2 yang lalu)

Aku adalah jalan buntu 'tak terlewati
Dariku kesunyian mengalun sendu
Namun keindahan abadi itu melewatiku
Dan jadikanku pelangi sang bidadari

Laisse Tomber

Ku lanjutkan langkahku jauhi angan
Hindari kalbuku akan bayangan
Sempat terpikir 'tuk temani pujaan
Namun jiwa ini pengecut tiada tertahan

Senja menjelang
Pasang mengguncang
Kebahagiaan pun tenggelam

Sang waktu merangkak terlalu cepat
Seolah tak sabar 'tuk saksikan ku tercekat
Ku memekik perih karena terlambat
Tak pernah mengerti akan semua hasrat

Monday, October 16, 2006

FALL

Ketika puisi mengisi hati
Jalinan luka kerap datangi diri
Hancur sudah rasa terpendam
Iringi getir senyum tulus pujaan