Suatu rasa yang sulit tuk dapat kulupakan di balik sinar teduh mata sendumu. Suatu rasa yang entah bernama apa yang hingga kini hanyutkanku dan mengarahkanku kembali padamu; pada rasa itu, harapan itu, pada gejolak terindah yang pernah mengapungkanku.
Hari-hariku kuhabiskan dengan berlari dari bayangmu, terutama dari suatu rasa yang selalu menghantuiku--suatu rasa yang selalu terpancar dari balik mata sendumu yang selalu kau pancarkan untukku, hanya untukku
(thx).
Pelarianku sia-sia pada akhirnya, karena kini setelah bertahun-tahun lamanya, setelah kupikir diri ini telah mampu tinggalkan kenangan indah kita, ku kembali menemukanmu bersama dengan rasa itu yang ternyata masih terlalu indah tuk ku abaikan begitu saja.
Salah seorang kerabatku menertawakanku ketika dia tahu bahwa kita pernah bersama. Hatiku benar-benar miris mendengar ejekannya hahahahahaaaa... aku memang tertawa, tapi tidak benar-benar tertawa. Tenang saja! Dia tidak mengejekmu, dia mengejekku dan berkata: "Dasar tidak tahu diri!" sakit sekali rasanya. Satu
moment yang langsung kuingat ketika ejekan itu meluncur deras adalah saat di mana kita duduk berdua-berdampingan di geladak menatap tenggelamnya sang surya ketika tiba-tiba kau berkata: "Andai saja ada penghargaan bagi sepasang kekasih, kita pasti akan memenangkannya," lalu kubertanya padamu: "Apa nama penghargaannya?" dan kau menjawab: "
Couple of the century--penghargaannya diumumin per abad, bukan per tahun," sembari mengecupku dan ketika itu mata sendumu memancarkan suatu rasa yang sangat indah yang hingga kini tak pernah dapat kulupakan walaupun telah kucoba menghapusnya berkali-kali.
PS: "Maafkan aku; i don't need someone but i really need u 2 help me erase it.., please! for your own sake. I Luv U still."