Saturday, August 04, 2007

Try Not To Hurt Us Both

Dia mencoba menenangkan dirinya sendiri dari semua kenangan yang tiba-tiba saja menghampiri dirinya. Kenangan-kenangan itu teramat menyakitkan dan terlalu indah untuk pria busuk seperti dirinya. Kenangan-kenangan itu selalu merenggut hidupnya, membawanya pergi ke dunia yang tak ia mengerti samasekali. Mengapungkannya ke khayangan dan secara tiba-tiba menghempaskannya ke neraka yang akan melumatnya secara kasar hingga habis-tak-tersisa selain perih dan air mata.

Dia menerima semua itu dengan tulus walaupun perih dan air mata itu iringi jalan hidupnya. Ia selalu sabar menunggu datangnya indah-kebahagiaan bagi dirinya walaupun mungkin itu semua bukan dari kenangan-kenangan yang selalu menghampirinya.

Kini ia bahagia dalam pelukan hangat suatu keindahan bernama 'perasaan'. Kini ia bahagia dalam pelukan hangat suatu keindahan yang berhembus dari sesuatu yang bernama 'sayang'. Suatu keindahan yang berhembus dari seberang samudra yang hangatkan malam-malam panjangnya, menyentuh setiap sisi tergelapnya, menemani setiap kegelisahannya, mengecup titik lukanya hingga ia tak lagi merasa sakit, dan menjadikan senyuman sebagai tanda bergantinya hari.

Setelah itu, ia akan berucap dengan sangat lirih; "Terima kasih Tuhan! Terima kasih atas semuanya!"

PS: "Denganmu Sydney, aku bahagia."

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

luv the closure....but luv u more.
-silly jilly-

2:51 AM  

Post a Comment

<< Home