Wednesday, November 22, 2006

Buta

Kenapa ku Peluk panasmu?
Kenapa ku kecup sunyimu?
Adakah kiranya ku kan terbebas?
Terongko ini terlalu rekat untuk ku tebas

Sendu menderu gejolak kalbu
Terengah aku, lalu membisu
Tak ada guna alirkan syahdu
Semua kan hanya tambah sembilu

Melayang kering itu
Lukai tubuh nan layu
Terhempas daun itu
Seiring dendang solankhi mendayu-dayu

Semakin dalam aku terjebak
Lingkaran penuh biru pun menyeruak
Ku coba tuk terus mendaki
Ku tahu pasti apa yang ku cari

Lantang ku terdiam
Membisu ku teriak
Merangkak ku berlari
Menyelam ku di udara

Semua semakin terang
ketika ku terbang dalam birunya samudra
Dalam, semakin dalam ku tahan,
namun himpitan arus itu menekan

Terhimpit, terhimpit, dan terhimpit
Dalam, dalam, semakin dalam
Terlena ku atas siksanya
Walau ku tahu segalanya menyempit

Ku buka lebar-lebar mataku
Namun pandang ini mengabut
Terpejam akhirnya ku memilih
Ku bersyukur; semua menjadi jernih

0 Comments:

Post a Comment

<< Home